Sabtu, 11 Februari 2012

Pendidikan dan Pembangunan Nasional


Pendidikan dan Pembangunan Nasional
A.    Pembangunan Sebagai Usaha Perubahan Terencana

1.      Pengertian pembangunan nasional
Teori pembangunan dalam ilmu sosial dapat dibagi ke dalam dua paradigma besar, modernisasi dan ketergantungan (Lewwellen 1995, Larrin 1994, Kiely 1995 dalam Tikson, 2005). Paradigma modernisasi mencakup teori-teori makro tentang pertumbuhan ekonomi dan perubahan sosial dan teori-teori mikro tentang nilai-nilai individu yang menunjang proses perubahan. Paradigma ketergantungan mencakup teori-teori keterbelakangan (under-development) ketergantungan (dependent development) dan sistem dunia (world system theory) sesuai dengan klassifikasi Larrain (1994). Sedangkan Tikson (2005) membaginya kedalam tiga klassifikasi teori pembangunan, yaitu modernisasi, keterbelakangan dan ketergantungan. Dari berbagai paradigma tersebut itulah kemudian muncul berbagai versi tentang pengertian pembangunan.
a.       Pembangunan merupakan proses untuk melakukan perubahan (Riyadi dan Deddy Supriyadi Bratakusumah, 2005).
b.      Siagian (1994) memberikan pengertian tentang pembangunan sebagai “Suatu usaha atau rangkaian usaha pertumbuhan dan perubahan yang berencana dan dilakukan secara sadar oleh suatu bangsa, negara dan pemerintah, menuju modernitas dalam rangka pembinaan bangsa (nation building)”.
c.       Ginanjar Kartasasmita (1994) memberikan pengertian yang lebih sederhana, yaitu sebagai “suatu proses perubahan ke arah yang lebih baik melalui upaya yang dilakukan secara terencana”.
d.      Pembangunan adalah semua proses perubahan yang dilakukan melalui upaya-upaya secara sadar dan terencana. Sedangkan perkembangan adalah proses perubahan yang terjadi secara alami sebagai dampak dari adanya pembangunan (Riyadi dan Deddy Supriyadi Bratakusumah, 2005).

2.      Hakekat Pembangunan Nasional

Hakekat pembangunan nasional adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia seutuhnya, dengan pancasila sebagai dasar, tujuan dan pedoman pembangunan nasional. Pembangunan nasional dilaksanakan merata di seluruh tanah air dan tidak hanya untuk suatu golongan atau sebagaian dari masyarakat, tetapi untuk seluruh masyarakat, serta harus benar-benar dapat dirasakan seluruh rakyat sebagai perbaikan tingkat hidup yang berkeadilan sisio, yang menjadi tujuan dan cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia.



3.      Pelaksanaan Pembangunan Nasional
Pelaksanaan pembangunan nasional dapat kita lihat pada repelita (rencana pembangunan lima tahun).
Contohnya adalah:
1)      Meningkatkan daya saing.
Peningkatan ini harus berdasarkan pada peningkatan efisiensi dan produktifitas.
2)      Peningkatan dalam bidang ekonomi.
Peningkatan ini mutlak diperlukan untuk menghadapi globalisasi.
3)      Peningkatan SDM
Peningkatan ini terkait dengan contoh yang pertama. Agar bisa memenangkan persaingan, kita haruslah memiliki SDM yang berkualitas.
4)      Pengembangan iptek
Pengembangan ini mutlak diperlukan karena jaman globalisasi sangat memerlukan penguasaan dan pengembangan iptek

4.      Tujuan Pembangunan Nasional

Tujuan nasional bangsa Indonesia seperti yang termaktuf dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, adalah untuk melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Untuk mewujudkan tujuan nasional tersebut diselenggarakan pembangunan nasional secara berencana, meyeluruh, terpadu, terarah, dan berkesinambungan. Adapun tujuan pembangunan nasional adalah untuk mewujudkam masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 di dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka, berdaulat, bersatu, dan berkedaulatan rakyat dalam suasana perikehidupan bangsa yang aman, tenteram, tertib dan dinamis serta dalam lingkungan pergaulan dunia yang merdeka, bersahabat, tertib dan damai.

5.      Bidang-bidang pembangunan nasional
Pembangunan nasional di prioritaskan pada pembangunan di sektor ekonomi dan yang berhubungan dengan industri ataupun pertanian. Untuk mendukung sektor ini tentu saja membutuhkan SDM yang berkualitas. Maka dari itu pembangunan di sektor pendidikan mutlak harus dilakukan. Karena hanya dengan peningkatan pada sektor pendidikanlah sektor ekonomi akan bisa memperoleh SDM yang berkualitas dan tentunya akan berdampak pada kesejahteraan bangsa dan Negara.

B.     Peranan Manusia Dalam Pembangunan
Peranan manusia dalam pembangunan sudah sangat jelas,yaitu sebagai perencana, pengawas dan pelaksana. Ini dikarenakan hanya manusia yang bisa melaksanakan 3 hal di atas, tidak mungkin hewan atau tumbuhan yang melakukannya. Untuk memenuhi peran manusia dalam 3 bidang di atas yang terpenting tentu saja peningkatan dalam bidang SDM


C.     Peranan pendidikan dalam pembangunan nasional
Dalam meningkatkan manusia sebagai makhluk individu yang berpotensi fisik dan nirfisik, dilaksanakan dengan pemberian pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap. Pembentukan nilai adalah nilai-nilai budaya bangsa dan juga nilai-nilai keagamaan sesuai dengan agama masing-masing dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Proses transformasi tersebut berlangsung dalam jalur pendidikan sekolah dan jalur pendidikan luar sekolah.
John Vaizei dalam bukunya Education in the Modern World (1965) mengemukakan peranan pendidikan sebagai berikut :
 (1) melalui lembaga mengemukakan peranan pendidikan tinggi dan lembaga riset memberikan gagasan-gagasan dan teknik baru,
(2) melalui sekolah dan latihan-latihan mempersiapkan tenaga kerja terampil berpengetahuan, dan
(3) penanaman sikap.
    Dalam menghadapi perubahan masyarakat yang terus menerus dan berjalan secara cepat manusia dituntut untuk selalu belajar dan adaptasi dengan perkembangan masyarakat sesuai dengan zamannya. Dengan perkataan lain manusia akan menjadi ”pelajar seumur hidup”. Untuk itu sekolah berperan untuk mepersiapkan peserta didiknya menjadi pelajar seumur hidup yang mampu belajar secara mandiri dengan memanfaatkan berbagai sumber belajar baik yang ada di sekolah maupun di luar sekolah. Menurut Moedjiono dalam buku dasar-dasar Kependidikan (1986), mengemukakan bahwa aktivitas belajar dalam rangka menghadapi perubahan-perubahan yang cepat di dalam masyarakat menghendaki:
(1) kemampuan untuk mendapatkan informasi,
(2) keterampilan kognitif yang tinggi,
(3) kemampuan menggunakan strategi dalam memecahkan masalah,
(4) kemampuan menentukan tujuan yang ingin dicapai,
(5) mengevaluasi hasil belajar sendiri,
(6) adanya motivasi untuk belajar, dan
(7) adanya pemahaman diri sendiri.

Dalam rangka pembangunan manusia seutuhnya, diharapkan pendidikan dapat memberi sumbangan dalam bentuk:
1.      Pembinaan mental pancasila seperti memberikan pelajaran tentang nilai-nilai pancasila sejak dini
2.      Pembinaan persatuan & kesatuan bangsa seperti upacara bendera setiap hari senin dan hari-hari besar lainnya
3.      Pembinaan ketahanan nasional seperti mengikuti menwa(resimen mahasiswa)
4.      Pembinaan rule of law yang berarti berbuat atas dasar hukum yang berlaku
5.      Pembinaan hak-hak asasi manusia
6.      Pembinaan hidup rasional, efektif dan produktif, dan
7.      Pembinaan ilmu pengetahuan dan teknologi.



Daftar Pustaka

Andrianjati, Hakikat dan tujuan Pembangunan Nasional,1 Mei 2011, Jati Super.wordpress.com

Jeffry,tujuan pembangunan nasional Indonesia,1 Mei 2011,answer.yahoo.com
Saiful, keterkaitan pendidikan dengan pembangunan nasional,1 Mei 2011,saiful.blogspot.com
Syamsiah Badruddin,pengertian pembangunan, 1 Mei 2011,badrun.wordpress.com
Ujang Naser, Hakekat Pembangunan Nasional, 1 Mei 2011, ujangnaser.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar